Penutupan Diklat Prajabatan Provinsi Bali Tahun 2009

June 10, 2009

Secara teknis diklat prajabatan yang saya ikuti di Badan Diklat Provinsi Bali memang sudah selesai tanggal 30 Mei 2009 minggu lalu, tapi penutupan Diklat Prajabatan yang dibagi menjadi 3 gelombang ini baru ditutup pagi tadi (8 Juni 2009) di gedung Nari Graha Renon, Denpasar. Penutupan diklat ini dihadiri oleh semua peserta diklat golongan I, II dan III dari ketiga gelombang.

Saya (dan 2 orang dosen STP Bali) yang merupakan CPNS di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta 10 orang teman CPNS yang berada dibawah Departemen Hukum dan Ham mengikuti diklat di Badan Diklat Provinsi Bali, ya katakanlah kami dititipkan diklat disana. Sebenarnya untuk acara penutupan ini kami yang titipan tidak diharuskan untuk mengikuti dan kebetulan juga waktu pembukaan kami juga tidak ikut, tapi karena rasa ingin bertemu dengan teman-teman sewaktu diklat dan juga saran dari bagian kepegawaian masing-masing, maka jadilah kami hadir disana. Namun tidak semua anak titipan hadir, dari STP Bali cuma saya yang hadir dan dari DepKumHam cuma 3 orang sebagai perwakilan.

Tujuan utama kami hadir yang jelas adalah untuk mengetahui informasi kelulusan secara sah dan mencari informasi tentang STTPP yang harusnya kami terima nanti untuk proses dari CPNS menjadi PNS. Oya, acara dimulai pukul 9.00 dan selesai sekitar 1 jam kemudian, acara cukup sederhana dan dihadiri oleh Kepala BKD Provinsi Bali (saya lupa namanya, hehehe) serta Kepala Badan Diklat Provinsi Bali, Ibu TIA Kusuma Wardani yang dalam hal ini mewakili Gubernur Bali sekaligus menutup pelaksanaan diklat ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan pemukulan gong. Intinya, kami semua lulus dan hati saya pun lega mendengarnya. Tapi informasi kapan STTPP akan kami terima masih belum jelas, mungkin menunggu beberapa waktu lagi.

Setelah itu, sekitar 20 orang teman-teman golongan III menuju ke tempat makan di renon, makan siang bersama dan bersenda gurau sembari mencoba membicarakan suatu acara untuk kedepannya, untuk tetap mengakrabkan kebersamaan yang sudah terjalin sewaktu diklat. Ya semoga nanti ada sesuatu hal yang bisa kita perbuat untuk masyarakat, bukan bermaksud sok idealis, tapi sepertinya tidak susah kok, kapan lagi PNS bisa membalas budi dan mengabdi kepada masyarakat? Kalau hanya pekerjaan di instansi masing-masing, itu sih sudah biasa. Tapi saat PNS punya komunitas untuk kegiatan sosial? Itu baru luar biasa, bukan begitu kawan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: